Sore itu, Rabu 24 Juli 2013 penulis bertemu dengan seorang ibu. Dan dari wanita sederhana berusia 47 tahun itu meluncurlah sebuah kisah.
Siti Mariam
Siregar, ibu empat anak ini mengikuti program
Simpan Pinjam Perempuan (SPP), yang merupakan program favorit di Kecamatan Huristak, sejak tahun 2012. Awal perkenalannya
dengan PNPM sebenarnya sederhana.
“Ibu Nuraya yang memberitahu saya PNPM itu bagaimana,”tuturnya pada penulis. Ibu Nuraya merupakan kader KPMD di desa Tobing Julu, dimana Ibu Siti Mariam ini tinggal.
Ia menuturkan, pada awalnya ia memiliki keinginan untuk berternak kambing. Sayangnya biaya untuk membeli kambing yang nantinya akan diternakkan belum terkumpul. Alhasil, keinginannya tersebut terpaksa harus dipendam. “Saya butuh modal, tapi tidak tahu nyari darimana. Ngutang saya ga berani, modal ternak kambing kan lumayan besar.” ujarnya mengenang.
“Ibu Nuraya yang memberitahu saya PNPM itu bagaimana,”tuturnya pada penulis. Ibu Nuraya merupakan kader KPMD di desa Tobing Julu, dimana Ibu Siti Mariam ini tinggal.
Ia menuturkan, pada awalnya ia memiliki keinginan untuk berternak kambing. Sayangnya biaya untuk membeli kambing yang nantinya akan diternakkan belum terkumpul. Alhasil, keinginannya tersebut terpaksa harus dipendam. “Saya butuh modal, tapi tidak tahu nyari darimana. Ngutang saya ga berani, modal ternak kambing kan lumayan besar.” ujarnya mengenang.
Begitu mengetahui manfaat apa yang bisa diperoleh dari program SPP, Siti Mariam pun langsung mendaftarkan dirinya sebagai peserta program bersama 10 orang lain temannya membentuk kelompok Anggur. Kelompok yang sudah terbentuk kurang lebih dua setengah tahun yang lalu tersebut bisa dikatakan pelopor kelompok SPP di desa Tobing Julu, desa ibu Siti Mariam ini
Menurutnya
sistem pemberian modal dari PNPM MP melalui SPP ini sangat cocok. Pembayaran
cicilan yang dibagi menjadi dua belas bulan dan dengan sistem bunga yang
menurun terasa tidak berat sama
Sampai
saat ini kambing peliharaannya sudah beranak pinak berkali-kali. Diantara tujuh ekor kambingnya
tersebut, ada tiga ekor kambing betina yang produktif untuk terus menambah
peliharaannya. “Terasa sekali manfaatnya,” ujarnya sambil tertawa senang.
“Serasi saya dengan PNPM dan saya mengharapkan
agar PNPM-MP tetap ada di Sumetera Utara dikarenakan PNPM–MP sangat dekat dan menyentuh
masyarakat miskin dan masyarakat kecil seperti saya Dengan adanya
PNPM –MP masyarakat bisa Marsipature Hutanabe (Memperbaiki kampung halaman dengan sendirinya).
Beberapa ekor kambing peliharaan Ibu Siti
TIM FASKAB PADANG LAWAS
SPP


Tidak ada komentar:
Posting Komentar