Blog Informasi Implementasi Undang Undang Desa, Pendamping Desa dan Pemberdayaan Masyarakat.

Pak Marwan Jafar.. Kami Mendukungmu

Assalamu'alaikum ww,

Pak Menteri, kita perlu hidupkan lagi Tradisi Lumbung Desa. Dalam penelitian kami sewaktu di Kemenko Kesra, sekitar 8.000 desa yang masih mempertahankan Tradisi Lumbung Desa, atau Leuit di Baduy, atau Lumbung Desa di NTB, Jabar, Jateng, Sulsel, NTT, dan lain sebagainya tidak pernah kami temukan warga yang kelaparan, malnutrisi dan juga sangat miskin. Tradisi lumbung desa telah menjadi bagian dari kehidupan desa sejak zaman Majapahit. Tradisi ini rusak dengan kebijakan pemerintah waktu itu dimana desa harus menjual padinya ke Bulog (Badan Usaha Logsitik), dan bilamana ada kelaparan, maka bantuan beras untuk warga yang terkena kelaparan harus melalui proses birokrasi yang berbelit-belit. Dan warga yang kelaparan sudah keburu meninggal begitu bantuan datang.

Kami sewaktu di PNPM Mandiri, mengembangkan yang namanya Lembaga Dana Amanah Masyarakat (DAPM) atau paparan kami ke dunia internasional dengan menyebutnya "Community Trust Fund". Konsepnya adalah diambil dari Lumbung Desa yang sudah mengakar di masyarakat perdesaan sejak lama. Di DAPM, hasil bumi yang menjadi komoditi yang disimpan oleh warga di lumbung desa dikonversikan menjadi dana. Dananya dapat diperoleh dari masyarakat, dapat diperoleh dari program pemerintah seperti PNPM Mandiri, atau dari dana CSR perusahaan-perusahaan yang beroperasi di daerah tersebut. Dana itu dikelola oleh masyarakat dan pengurusnya dipilih oleh masyarakat persis sebagaimana pengelolaan Lumbung Desa. 
Ini sudah berjalan di berbagai tempat, bahkan sudah berkembang menjadi besar seperti di Yogyakarta Trust Fund (JTF) yang sudah bekerjasama dengan lembaga di Jepang dan di negara lainnya. Sebagaimana pak Menteri mengetahui, Wisatawan Jepang itu sangat mencintai Yogyakarta. Apa saja ide brilliant dari wong Yogya pasti mereka (warga Jepang) akan sambut dengan baik. Demikian juga dengan JTF ini. Prinsip dasar pengelolaan DAPM ini sama dengan prinsip kerja PNPM Mandiri yaitu ; dari, oleh dan untuk masyarakat (DOUM) dan Direncanakan oleh Masyarakat, Dilaksanakan oleh Masyarakat dan Diawasi oleh Masyarakat.

DAPM menjadi salah satu instrument dalam Peta Jalan PNPM Mandiri. Sebagai salah satu instrument untuk "exit strategy" PNPM Mandiri. Dimana saja di dunia ini yang namanya program atau proyek pemerintah harus ada akhirnya. Kami menyiapkan peta jalan PNPM Mandiri agar asset-asset berharga dari PNPM Mandiri masih dapat ditumbuh-kembangkan oleh masyarakat sendiri yang sebelumnya dibina dan diberdayakan oleh PNPM Mandiri. Dan menjadi "legacy" (peninggalan yang baik) dari PNPM Mandiri.

Dengan DAPM, kita menghidupkan kembali tradisi lumbung desa di setiap desa yang sempat hancur tradisi ini bersamaan dengan semangat gotong royong dan mengakibatkan masyarakat perdesaan tidak dapat diberikan kesempaatan mengelola sumber-sumber daya lokalnya.

Dengan semangat UU Desa, yaitu Tata kelola Desa yang baik/ good village governance, dimana kami ikut memberikan sumbangan pemikiran pada waktu awal-awal penyusunan Draft RUU Desa ini, maka sudah waktunya kita mengembalikan kedaulatan desa ke desa. Atau"KEMBALIKAN DESA KEPADA DESA". itu sebenarnya ruh UU Desa No. 6/2014 ini. NKRI tidak akan mungkin terbentuk bilamana tidak dimulai dari desa.

Pesan yang kami ingin sampaikan disini, adalah hidupkan kembali lumbung desa ini, apapun nanti nama resminya kami serahkan kepada Bapak Menteri, karena keberlanjutan dan kedaulatan desa serta Ketahanan Desa ini tergantung pada lumbung-lumbung desa ini, dapat berupa lumbung komoditi pangan produksi desa, dapat berupa lumbung dana untuk pembangunan desa, dapat pula berupa lumbung informasi seprti yang dikembangkan oleh Mas Yossi, dkk dengan desa.id-nya, dapat juga menjadi lumbung teknologi tepat guna untuk desa (Lumbung TTG Desa) yang dikembangkan oleh Balai Pengembangan TTG, LIPI di Subang, Posyantek, dan sebagainya.

Kami mengetahui, Bapak Menteri mempunyai semangat dan commitment untuk membangun seluruh desa di Tanah Air ini sehingga tercapai kedaulatan desa dan ketahanan desa dengan baik. Kami dukung Bapak dengan cara dan kemampuan kami dan kawan-kawan. Semoga Allah SWT selalu memberkahi kita semua, baik kerja keras kita maupun amal ibadah kita. Wa billahi taufiq wal hidayah, wassalam ww.
Dari Sujana Royat, (Akun facebook : Aki Jojon Sujana Royat)
Pensiunan PNS, Mantan Deputi di Kemenko Kesra dan Mantan Ketua Pokja Pengendali PNPM Mandiri 2007-2014. Sekarang bekerja di LSM untuk memberdayakan kaum marjinal dan difabel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar