pnpmpalas -- Kementerian Desa, Pembangunan
Daerah Tertinggal dan Transmigrasi akan menggelar rapat Koordinasi
bersama para Kepala Daerah tingkat Provinsi dan Kabupaten se-Indonesia
untuk membahas kebijakan nasional terkait penyaluran Dana Desa di Hotel
Bidakara Jakarta, pada Selasa (31/3).
Disela acara tersebut, Menteri Desa,
Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar
mengemukakan, akan dihadiri musisi kenamaan Indonesia Virgiawan
Listianto atau yang dikenal Iwan Fals.
“Musisi yang dikenal kritis dan juga
peduli dengan kondisi sosial negara ini, akan menjadi tamu undangan
kehormatan dan sekaligus menyanyikan lagu-lagu baladanya,” ujar Menteri
Marwan di Jakarta, Senin (30/3).
Keberadaan Iwan Fals sebagai tamu kehormatan, kata Menteri Marwan, karena dianggap mampu menyemangati masyarakat untuk membangun potensi desa yang ada di Indonesia. “Iwan Fals sebagai sosok yang sangat cocok sebagai tamu kehormatan. Lagu yang diciptakan, Iwan Fals terbukti sangat peduli terhadap keberadaan desa-desa di tanah air,” ujarnya.
“Saya
yakin, pelibatan Iwan Fals dalam sosialisasi pembangunan Desa akan
menjadikan langkah-langkah membangkitkan, membangun, dan memajukan desa
semakin efektif dan maksimal. Apalagi, lagu-lagunya Bang Iwan selama ini
terbukti sangat peduli terhadap keberadaan desa-desa di tanah air ini,”
ujar Marwan.
Kegiatan
Rakornas tersebut, turut diundang juga Menteri Keuangan, Menteri
PAN & RB, dan Kepala BPK yang akan memaparkan terkait kebijakan
nasional dana desa, kelembagaan Pemda, dan aspek-aspek pokok tentang
pertanggungjawaban dalam penggunaan Dana Desa.
"Ini
salah satu upaya kita mensinergikan semua pihak yang terlibat dalam
penyaluran Dana Desa, mulai dari Gubernur, Bupati dan Badan Pemberdayaan
Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) di kedua tingkatan tersebut,
kita undang semua agar satu persepsi soal penyaluran dan pemanfaatan
dana Desa nanti," ujar Marwan, di Jakarta, Senin (30/3).
Selain
untuk melakukan koordinasi lintas pemerintahan, acara tersebut juga
Menteri Marwan direncanakan melaunching Pendampingan Desa yang akan
bertugas mengadvokasi para Kepala Desa dalam memanfaatkan Dana Desa.
"Besok
kita akan launch, sebagai tanda mulai dibukanya rekrutmen pendamping
desa. Ini bukti bahwa kami dengan sangat terbuka mengumumkan terkait
rekrutmen calon-calon pendamping desa," tukas Marwan.
Dia
menjelaskan, perekrutan pendamping desa akan dimulai pada awal April
mendatang. Untuk tahun ini, lanjut Marwan, pihaknya membutuhkan sekitar
16 ribu orang untuk mendampingi sebanyak 74 ribu desa. Jumlah pendamping
tersebut terdiri dari pendamping teknis pendampingan, pendamping teknis
infrastruktur, dan pendamping teknis teknis keuangan.
"Selain
itu, juga diperlukan pendamping teknis perguliran dan pengembangan
usaha, asisten pendamping teknis pemberdayaan, pendamping desa
pemberdayaan, dan pendamping desa infrastuktur," bebernya.
Melalui
Rakor tersebut, Marwan berharap akan terjadi komunikasi yang baik mulai
dari rekrutmen pendampingan, penyaluran dana Desa, hingga pelaporan
penggunaan Dana Desa. "Oleh karena itu, peningkatan prakarsa dan
partisipasi pendamping sangat penting dalam mensukseskan program
pembangunan desa melalui dana Desa ini," ujarnya.
Dalam
Rakornas nanti, Menteri Marwan menjelaskan, akan dilangsungkan
Penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara Menteri Desa,
PDT dan Transmigrasi dengan Bank Indonesia, Panglima TNI, BNN, Menteri
Kominfo, dan Menteri Pertanian. “Lintas kementerian dan perbankan ini,
akan memperkuat program ekonomi, transmigrasi, sektor pertanian
perdesaan dan juga antisipasi penyebaran Narkoba di masyarakat,”
ujarnya.
Kemendesa RI. Dana Desa , Pendamping Desa , pnpmpalas , Undang Undang Desa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar