pnpmpalas -- Semangat
Pemerintah membangun desa di seluruh Indonesia sudah mulai bergerak.
Tidak hanya kali ini, bahkan sejak terbentuknya kabinet Presiden Joko
Widodo dan Jusuf Kalla, berbagai program kerja sudah mulai
disosialisasikan secara langsung ke masyarakat maupun melalui media
massa, kembali ditegaskan Marwan Jafar.
“Semangat membangun desa, harus mendapat
dukungan penuh kalangan. Dari pelaku ekonomi, usahawan, perangkat di
desa, LSM, dan yang terpenting masyarakat desa. Tanpa dukungan semua
pihak, desa akan sulit maju. Padahal ini saatnya desa berkembang,
mandiri, dan membangun,” ujarnya.
Hal itu dikemukakan usai mengikuti Rapat
Koordinasi tingkat Menteri pada Kementerian Koordinator Pembangunan
Manusia dan Kebudayaan, Selasa (7/4). Dalam Rakor itu, dibahas tentang
pelaksanaan Undang Undang Desa yang meliputi langkah-langkah strategis
dan mendesak untuk dilaksakanan oleh Pemerintah.
Rakor Menteri tersebut dihadiri oleh
para menteri koordinator dan menteri terkait dari 22
Kementerian/lembaga yang memiliki program-program yang ditujukan ke
kawasan perdesaan. Menurut Marwan, Kementeriannya sudah membuat
regulasi yang menjadi penunjang untuk gerakan desa membangun. “Tidak
hanya regulasi, saya juga sudah membuat petunjuk tehnis dan petunjuk
pelaksanannya sebagai panduan bagi desa,” ujarnya.
Dengan adanya kebersamaan lintas
kementerian dalam semangat Gerakan Pembangunan Desa Semesta atau
disingkat Gerakan Desa, Menteri Marwan mengatakan, maka akan menjadi
pemicu agar proyeksi desa mandiri, desa sejahtera, pembangunan desa
perbatasan, pemberdayaan ekonomi, dan terbukanya akses masyarakat di
kawasan tertinggal, akan lebih cepat.
“Sehingga, prioritas dalam Nawa Cita
pemerintah Jokowi dan JK serta prioritas Nawa Kerja di Kementerian Desa
akan cepat terlaksana. Dan memang harus dibangun kerja bersama antar
departemen. Karena masing-masing kementerian juga punya program yang
sama dengan satu cita-cita, yaitu membangun desa,” ujar Menteri Marwan.
Misalnya, kata Menteri Marwan, Nawa Cita
memprioritaskan kawasan di perbatasan negara. Program yang sangat
penting, karena perbatasan harus menjadi pintu gerbang Indonesia. Maka
Kementerian Desa akan berperan mengajak peran masyarakat dalam program
transmigrasi perbatasan.
“Tujuannya, untuk memperkuat desa
perbatasan yang masih dianggap tertinggal. Saya sudah melangkah untuk
bekerja sama dengan TNI dalam program tersebut,” ujar Menteri Marwan.
Perlu diketahui, perbatasan darat
Indonesia tersebar di tiga pulau, empat provinsi, dan 15 kabupaten/kota
yang memiliki karakteristik perbatasan yang berbeda-beda. Di Kalimantan
terdapat batas sepanjang 2004 Km. Di Papua sepanjang 700 Km, dan Timor
Leste memunyai garis sepanjang 300 Km.
Dalam program itu, peran kementerian lain juga sangat diharapkan sehingga akan mempercepat
laju pertumbuhan masyarakat. “Persoalan perbatasan cenderung menyangkut
infrastruktur. Kementerian terkait bisa membantunya agar laju
pertumbuhan ekonomi dan akses masyarakat bisa berjalan baik,” ujarnya.
infoKemendes
Tidak ada komentar:
Posting Komentar